Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Po-si-tif

Kesulitan mengungkapkan sesuatu. Ini masalah saya yang sangat menyiksa. Ingin berkata lembut tapi jadi kasar atau bicara kasar tapi terdengar lembut. Ini aneh. Mengungkapkan cinta jadi ujaran kebencian atapun sebaliknya. Atau mengungkapkan sesuatu dalam skala besar menjadi skala yang sangat kecil. Saya berani sumpah semua yang saya katakan terasa hanya sampah. Cerita cita-cita sudah tak ada cinta didalamnya. Mungkin kalimat itu hanya saya yang paham. Dalam beberapa hal-hal hidup ini memang ada saatnya menginginkan kelenyapan begitupun saya, sangat berharap jauh dari keinginan kematian kesendirian. Ini aneh. Aliran darah kepala ini sudah sangat kuat untuk mengendalikan sendiri. Benar kata orang bijak kita bisa berpikir positif dalam beberapa hal. Berpikir positif terus berpikir positif. Jangan ganggu saya sedang berpikir positif.

Darurat

Darurat Aku terjebak pada kota kita. Maksudku kota dimana aku-kamu masih bercerita. Kota hijau, penuh pemberitahuan. Kota jebakan. Coba kamu baca pasti kamu tertawa. Senangkan? Itu bukan aku yang bicara. Dia makhluk liar dikepala.

Tidurlah

Tidurlah Sayang, Tulisanku sudah lelah hanya kau baca. Dia bosan menggores rindu dalam tulisan yang kasat mata, Padahal rindunya tak kasat mata. -  Biar aku yang menerima beban    rindu ini, kamu tidurlah yang    nyenyak. Karena mimpi akan    diriku selalu menantikan dirimu.

T H E - E N D

T e l a h H a n c u r E m p a t i - e m p a t i - E m o s i k u  m e l e d a k N a m u n  a k u  t e t a p, D i a m.

Atas Nama Kematian

Terlalu lama berdiri ditempat Angin sudah bosan Ruang luas telah hampa Apa arti kita? Ketika semua akan cepat wafat. Apa arti ketakutan? Ketika diri sendiri akan cepat sekarat. Angin sudah bosan. Aku pun juga bosan. Kehidupan pun telah bosan. -  Atas nama kematian.

Who's To Know?

In any given time or place Everything isn't only what it seems Comparisons are not easily done The magic in you're eyes. -  Because who's to know which one    you let' go .

Peramu gila

Aku mungkin ialah peramu masalalunya yang hadir dengan tiba-tiba. Sehingga setiap kata-kata yang ku ramu bagi dia hanya experiment belaka. Rasa kasih dan sayang tercipta sebagai racun mematikan saat ku uji coba pada diri sendiri. Rongga nafasku tercekat pada hasil yang sia-sia. Kini aku tertawa pada ramuan panasea yang termisi untuknya. Acak. Berantakan. Mungkin akulah peramu gila yang merindu dan menginginkannya.

Disabilitas Sajak

Aku masih berdiri ditempat ketika mereka terus berlari ke arahnya. Aku tetap terpaku bukan untuk tak berusaha bahkan pun bukan aku membencinya. Dalam titik diam ditempat aku lumpuh. Aku menginginkannya tapi semesta lebih ingin memilikinya. Mereka terlalu menjaganya dalam bentuk kesempurnaan yang hadir dalam ketidakpedulian miliknya. Dia dan dia lagi membuatku terpaku ketika menengok kearah ku sejenak dengan senyum ketulusan. Dia dan dia juga membuatku lagi tergila - gila pada suara gelak tawanya yang jauh namun terasa dekat. Dia dan dia pula yang membuatku menjadi sang disabilitas dalam berjuang untuk memiliki. Aku dan memang aku sang disabilitas yang dia sebut pemalas. Sungguh aku siap menjadi disabilitas dalam kalimat baik untuknya yang tak terbatas.

Aurora

Ada cerita yang menyenangkan dibalik cahaya yang kita ciptakan dengan berdansa, Tanpa sadar menciptakan ledakan dahsyat pada surya kita. Tak terkendali Bersempena dewi fajar Aurora Biarkan aku memujamu tanpa prasyarat, Karena cukup dari sebab untuk sakit mata ku nanti; jika saatnya kamu bersinar dimataku dengan sangat menyilaukan.

Coba tebak kemana?

Aku terhina pada tembok kamar penuh cacian. Sialan dia bertanya tentang mu. Dia dan dia lagi berisik mengganggu istirahatku. Ku jelaskan padanya. Ini yang disebut manusia. Lalu dia diam. Bergetar dan berembun dingin sungguh licik mencari perhatian. Diluar hujan, didalam sini terejang kejang-kejang. Sial, aku dibuat kedinginan kini oleh kasurku. Dia ikut bergetar dan berembun dingin, sepertinya setelah aku pergi 8 jam mereka bersekongkol mencari tahu tentang dirimu. Sekarang apa yang kulakukan. Aku bingung. Setidaknya ada karpet kuning bergambar gapura masjid besar yang menjadi tatakan ku duduk  terdiam bimbang. Hubungi tidak, hubungi tidak. Sudah menjadi shalawat pertamaku yang tak ada jalan keluar kemana-kemana. Hubungi iya, hubungi iya. Tapi kemana, Coba tebak kemana? Kini aku melayang pergi mencarimu diantara ayat suci tentang perlindungan baik untukmu. Dan kini aku yang bergetar terejang kejang-kejang akan penyesalan tanpa penjelasan. Akhir kata maafkan untu...

Kebodohan

Mungkin ini yang disebut aku memang bukan untuk siapa-siapa. Semua telah lepas terlalu cepat pada janji yang telah tercipta. Kebodohan - kebodohan yang telah tercipta seakan memang terus ada dibalik punggung sendiri. Yang mengaku kekasih sudah pergi, yang mengaku teman sudah hilang. Ya aku pun juga sama, sama-sama tak bisa apa-apa. Aku dan aku lagi yang memang salah. Sekarang apa? Ya jelas aku marah, bukan pada dia. Ya jelas aku rindu, memang untuk dia. Aku dan aku lagi yang memang harusnya mereda. Pada ayat rindu yang terjeda didalam sana. Pada sajada penuh tentangnya.

Lepas

Malam ini sudah merendah. Kusaksikan bayanganku pun berlari tanpa jiwa dan raga. Usai, tentangku dengannya. Dia lepas diambang batas antara lorong bangunan tua ditengah dingin malam. Mungkin dia sudah ingin usai juga karena bosan akan aku ini. Perlahan semuanya pergi, bersama angin kebebasan. Perlahan raga dan jiwa pasti iri karenanya. Perlahan aku dan isi otakku hidup tanpa mereka. Perlahan semua terpisah pada tempat yang berbeda - beda.

Missing Yourself

Can the lonely take the place of you? You're scared to get close and you hate being alone. Your shallow heart's the only thing that’s beating. From the eye inside your soul.. The higher you get, the lower you will sink. There’s something missing in you heart. And the eyes that stare. Your heart will die alone.

So, Will You?

I'm dancing in the room as if i was in the woods with you, Because, I wanna know would you stick around. So i put my arms around you around you I wasn't expecting. We could lose everything, darling. If we didn't have anything. So.. Will you always be with me until the time comes?

Titip

Kepada siang yang sering ku maki, Aku titip maaf dalam bentuk puisi, Maaf jika aku lebih paham persoal  angka mati, Daripada sajak romansa tentang hati. Kepada malam yang sering menemani ku menangis, Aku titip pesan untuk dia yang tak tertepis. Sayang, tetaplah tersenyum dengan manis. Karena aku disini tetap mendoakan dalam ayat suci yang bergumam tipis.

Perihal Mencintai & Diam

Perihal mencintai dalam diam ialah salah satu bagian terkejam perasaan. Kamu mencoba tak tahu padahal hatimu jelas sangat tahu. Kamu mencoba meragu padahal hatimu jelas sangat malu. Pengkhianatan terkeji ialah khianat pada hati sendiri yang terkekang dengan tampilan kebebasan. Seorang penyair pernah berkata, jatuh cintalah sebelum gerimis menjadi alunan isak tangis. Setidaknya sebelum isak tangis ada kenangan yang manis. Tapi sekali lagi pengkhianat terkeji sudah mendengar dan mengambil kesimpulan sendiri, bahwa jatuh cintalah pada dia yang sangat jelas mencintaimu.. Tak perduli kamu tak menginginkannya. Iya, dia pengkhianat terkeji ialah dirimu sendiri .

Setidaknya.

Gambar
Setidaknya temani aku mengelilingi dunia penuh khayal ini. Aku bersumpah aku memang sampah. Setidaknya aku mengakui bahwa aku tak ingin sendiri. Setidaknya biarkan aku menjadi sampah yang bermanfaat. Temani aku mengusir semua perakus yang menginginkan ubun-ubun milikku ini. Setidaknya biarkan aku terlihat baik dihadapanmu sampai wafat. Setidaknya kamu pernah menyayangiku bukan? Aku berani bersaksi bahwa aku juga tersiksa. Biarkanlah usai yang terbuat menjadi usia, bagi hubungan mu dengannya yang lain. Setidaknya aku tak ingin kau gelisah. Setidaknya aku tak ingin kau terlalu tinggi berharap. Setidaknya maafkan aku yang pembuat lara dan pemarah. Setidaknya dihatimu masih ada dia yang terharap. Setidaknya cukup aku yang akan mati dengan gelisah. Setidaknya kamu akan bahagia. . 

Bintang

Aku berdiri ditanah lapang, Dengan ragaku yang menghilang. Aku ingin dikekang oleh malam, Aku ingin mengekang, aku ingin dikekang. Aku ingin dirimu Bintang.

Kalimat Sajak

Aku terbangun dalam romantisme kalimat-kalimat sajak yang terasa megah, Tersesat dalam kalimat sajak seandainya dalam ruang-ruang surga dunia, Terpasung kedalam keinginan dari makna cinta yang salah pada kejamnya neraka hawiyah, Kemana dicari obat dari hati yang terasa salah? Mungkin jawabnya, ingatlah neraka hawiyah.

Secangkir Kata

--------------------------&----------------------      Secangkir kata     Pada rasa kita.. .    Aku mengadu lelah rindu .   Terelakan kata.. .      nanti.   Sayang, percaya..       kita.   Akan melalui ini,   tanpa.     Resah yang meragu.      Dengan percaya.       Kita pada rindu .       ----------------------------&----------------------    

Berita Kematian

Tersingkap tirai yang aku tutup dengan baik-baik, karena angin terasa sangat kencang menerpa jendela tak terkunci. hal-hal yang membuatku takut akan diri sendiri. hal-hal atas kecerobohan segala sesuatu yang tak terketahui. Burung-burung itu kembali, mereka kembali menyanyikan nada lirih dari paruh hitam tentang perpisahan yang tak tersangka, mereka dan mereka lagi kembali pada saat aku ingin bermimpi, membuka jendela dengan tatapan tajam bergetar nada-nada dingin perpisahan tak teringinkan. aku dan aku lagi yang menutup jendela dan bersiap bermimpi atas kenyataan kematian yang tak terelakan.