Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Larangan Untuk Bahagia

Jangan bermain dengan hujan, Jika kamu belum siap sakit dan dingin, Jangan bermain dengan senja, Jika matamu tak kuat melihat merah langit, Jangan jatuh cinta dengan buta, Jika kamu masih sangat rapuh dalam dusta atas nama percaya. Larangan untuk bahagia selamanya sederhana bukan ?

Biasa

Aku ingin memiliki arti cinta yang tak biasa namun juga tak terlalu berat, Seperti pasangan kekasih yang saling bertanya tanpa deskripsi, Tapi mereka dapat menjawab dengan "Biasa" terkadang penuh kejutan , Seperti percakapan suami istri yang memiliki empat anak didepan pagar rumah. 👨 : Suami 👩 : Istri *Pada pagi hari di teras rumah teman* 👨 : Mah itu ku dimana? 👩 : Coba cari lagi paling papah taruh di atas kulkas. *Sejenak ku tunggu apa yang terjadi. Suaminya keluar membawa dompet yang tergesa-gesa dimasukan ke tasnya. 👩 : Loh kirain nanya korek api. 👦 : Memang ada atas kulkas kok mah papah taruh dompetnya, susah pelupa. Terkesan biasa namun banyak kejutan didalamnya. Aku butuh itu.

Mungkin Aku, Mungkin Kamu

Mungkin Aku, Mungkin kamu   Mencoba berlari dan pergi,   Tersembunyi tak terkendali. Aku..   Mencoba menari pada mimpi   -mimpi penuh halusinasi,   Terpojok oleh alunan nada-nada   dalam melodi berirama lirih. Kamu,   Mencoba membuat nyata pada   banyak delusi pada gerimis,   Tanpa sadar menyanyikan alunan   dari bibirmu dengan banyak   desahanku penuh isak tangis.

Dari hati penuh penyesatan

Kepada hati yang pernah tersakiti, Setiap malam tetap kubuka jendela bukan untuk menanti, Setiap malam tetap kubaca cerita yang tak terhindari, Jika ada waktu singgahlah sejenak untuk berbagi. Kepada hati yang pernah tersinggahi, Terlalu rumit untuk ternodai, Mungkin butuh beberapa banyak purnama untuk kita berbagi lagi, Mungkin butuh beberapa hari untuk mencairkan hati yang pernah ingin termiliki. Kepada hati yang penuh penyesatan, Pergilah menjauh dari pikiran-pikiran lebih kemunafikan, Setiap malam kamu membuat ku selalu penuh penyesalan, Atas rasa-rasa yang telah tersia-siakan. ( Maafkan atas hatiku yang menyesatkan .)

HILANG

Ada yang hilang pada pantai karam.. Kalimat dari goresan langkah yang pernah tergoreskan. Adalah aku yang sangat mudah untuk kamu baca. Dan ialah namamu yang sangat sulit untuk aku eja.. Ada yang hilang dari tabrakan ombak pada tebing kehancuran, Suara-suara tegas terdengar sangat lepas kini sudah memang lepas, Seakan membenci waktu yang telah terbuang tak terharapkan, Apa yang dapat aku lakukan? Membiarkanmu hidup bersamaku pada ruang kosong tebing kehancuran? iya aku akan melakukan, dan bertanggung jawab atas perpisahan yang kamu berikan.

Hujan Rindu

Gambar
Latepost, Bulan Agustus 2017

Ada Aksara

Gambar
Latepost, Bulan Juli 2017

Putri Malu

Gambar
Latepost, Bulan Juli 2017

24

Gambar
Bulan Juli 2017

Tentang Aku-Kamu

Gambar
Bulan Juni 2017

Bagian Terkecil

Gambar
Bulan Juni 2017

Apakah itu kamu?

Gambar
Bulan Juni 2017

Dalam Cermin

Gambar
Bulan Juni 2017

JEJAK

Gambar
Bulan Juni 2017

Doa Kekasih Tertinggal

Gambar
   ...   ...   ...   ...   ... Aku hampir lupa dimana kita bertemu, Aku juga hampir lupa aku pernah berpusat padamu, Namun kini kita ditempat arah yang berbeda, Aku menghadap ke Selatan dan kau menghadap ke Utara, Aku menanti seseorang entah dari timur atau barat, Kau pun, juga begitukan? Ingat katamu kita masih searah langit yang sama, Jadi masih ada kemungkinan kita bertemu bersama, Ketika kau kekasihku, memilih meninggalkanku.                  ... Dan ku harap kaupun ingat kataku, Walaupun kita menghadap sujud dan doa yang berbeda, Tetaplah berdoa yang terbaik untuk siapapun milik kita nanti.                  ... Karena pada saat itu kekasih sejati ialah Sang pencipta kita, Sahabat sejati ialah Sang Maha Kuasa dengan segala takdirnya. Semoga kau dan aku bertemu...

Aku Malu

... Perihal bagian terkecil semesta mungkin ialah aku, Yang memilih merasa rindu tanpa malu, Aku malu, Tentang rindu dari permainan kamu, Kapan kamu mendatangiku lagi? Walau lewat syair lugu, Wahai rahasia hatiku. ... Jakarta, 20 September 2017

Dibalik Tirai Jendela

Ku mainkan tirai jendela sore ini, Mengintip senja yang merah tak tau arah, Ragaku berdiri, mataku tak berarah mencari dimana kamu sang hati. Perihal kejahatan yang kejam mungkin ialah meninggalkan sesuatu dengan marah-marah. Bagaimanapun aku pernah berkata dengan keras, Hubungan dari sebuah kesepakatan ialah campakkan, Kita manusia makhluk yang sesungguhnya lemah, mengapa? Karena akal dan pikiran yang tak selaras dapat berakhir tak waras.