Gadis lusuh di pusat kota mati, Kehausan tapi tak kelaparan. Bertanya melalui puisi dalam bentuk teka-teki. "Apa semua manusia kota ini sudah mati?." Tulisnya pada koran berita yang bertebaran. "Nak, apa yang kau lakukan disana?. Ayo kemari, bersama nikmati kopi hangat pada malam yang dingin ini." Nenek tua renta pemilik kedai kopi disudut kota ini. "Tak perlu mengeluarkan pertanyaan begitu banyak pada teka-teki kehidupan, karena hasilnya mungkin kesamaan semua yang hidup akan terjawab pada akhir kematian. Jadi biarkan kopi menemani kita dengan atau tanpa kebahagian. Kemarilah, nak! Cucuku juga sebaya dengan mu dia akan senang memiliki teman.'' Gadis lusuh berjalan kini dia tahu sebuah keajaiban pasti datang dari atau tanpa adanya pertanyaan teka-teki, dari atau tanpa adanya kota mati. Kota ini mati, tapi penduduknya masih hidup dalam berbagi. Gadis lusuh paham bahwa hidup berbagi lebih bahagia dari sebuah kata hidup yang berlebihan.