Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Aku

Aku kangen, bukan untuk kesekian hal yg sudah melewati batas diantara kita. Aku .. Mempunyai masalah dalam ungkapan lisan. Mempunyai perasaan pada pendengaran. Mempunyai nafas pada perasaan. Aku .. Mempunyai kecemasan dalam keegoisan. Tidak lama. Buka lah, Saat itu aku terlihat begitu kesakitan. Padahal kamu lebih, dari aku yang begitu pesakitan. Aku minta maaf. Maaf.

Diskusi

Kemarin malam, logika dan hatiku bertemu. Pada tempat bercahaya redup, berdiskusi atas perlakuanku terhadapmu. Namun, seketika tempat itu redup membuat logika marah dan hati pergi dengan mata yang memerah mencari cahaya yang pemiliknya adalah kamu. Sayangnya, logika tak ingin tahu. Dan bodohnya aku hanya berdiam diri dan menyaksikan. Sampai di detik ini hati masih mencari mungkin tersesat, logika tetap tak mau tau dan aku tetap diam.

Festival Imajinasi

Sebuah tiket telah kamu persiapkan untuk dirimu sendiri. Keramaian yang akan hadir dimana kesepian seharusnya sudah pergi jauh untuk dirimu sendiri. Festival Imajinasi. Sebuah acara dimana lagu dan pertunjukan kesukaanku dimainkan. Festival Imajinasi. Ruang yang menjadikan dirimu sendiri menjadi ramai. Festival Imajinasi. Tempat dimana kamu akan tersesat pada dunia milikmu sendiri. ..

Mari

Mari bermain pada diksi, dimana ilusi adalah kamu dengan hati. pada tempat imajinasi adalah pembawaan diri. Rasa ingin yang kamu ingin. mungkin adalah rasa yang tidak sebenarnya kamu rasakan. atau rasa tidak mungkin dalam kemungkinan. mungkin ialah rasa yang sebenarnya benar harus kamu rasakan. bagaimana jika terlahir sebuah pertanyaan seperti ini kenapa harus membalaskan dendam seseorang, padahal dirimu perlu mendendam pada dirimu sendiri?