"Dan waktu ku tak lama Semoga bisa bermakna untuk semesta Tua Renta Senja Sisa perih jemari.." Lantunan lagu itu membuat telingaku menikmati setiap melodi, nada dan lantunan setiap aksara yang menjadi tubuh lagu dari 'Figura Renata' Seakan aku sudah sangat lama tidak menyadari bahwa waktu memang tak pernah lama untuk seorang manusia, tak pernah lama. Lama. Penantian, perkenalan, pendekatan, pertemuan dan perpisahan. Semua terselip perasaan seperti- "Mendamba hujan Kala oktober Masih tersisa jua rasa pelupuk lara.." Begitupun pada awal atau akhir dari cerita yang telah dibuat, awal dan akhir dari suatu memori (kenangan) Semua terselip seperti lantunan- "Warna makna tercipta Sisipkan harap dan doa" Semua sadar atau tanpa sadar sudah tercipta dari pemikiran, keingintahuan, keinginan memiliki, keinginan melepaskan, harapan juga termasuk doa. Sampai pada aku sadar tak perlu ada yang disesali, semua hanya perlu disyukuri. Disyukuri...
Setiap merasa takut kehilangan, takut dibenci, takut mencintai, takut apapun semua sama. Hati dan perasaan didalamnya, menguar kehangatan mengintip debar lewat pori-pori kulit yang sangat keras; egoku.
Komentar
Posting Komentar