Disabilitas Sajak
Aku masih berdiri ditempat ketika mereka terus berlari ke arahnya.
Aku tetap terpaku bukan untuk tak berusaha bahkan pun bukan aku membencinya.
Dalam titik diam ditempat aku lumpuh.
Aku menginginkannya tapi semesta lebih ingin memilikinya.
Mereka terlalu menjaganya dalam bentuk kesempurnaan yang hadir dalam ketidakpedulian miliknya.
Dia dan dia lagi membuatku terpaku ketika menengok kearah ku sejenak dengan senyum ketulusan.
Dia dan dia juga membuatku lagi tergila - gila pada suara gelak tawanya yang jauh namun terasa dekat.
Dia dan dia pula yang membuatku menjadi sang disabilitas dalam berjuang untuk memiliki.
Aku dan memang aku sang disabilitas yang dia sebut pemalas.
Sungguh aku siap menjadi disabilitas dalam kalimat baik untuknya yang tak terbatas.
Komentar
Posting Komentar