Titip

Kepada siang yang sering ku maki,
Aku titip maaf dalam bentuk puisi,
Maaf jika aku lebih paham persoal  angka mati,
Daripada sajak romansa tentang hati.

Kepada malam yang sering menemani ku menangis,
Aku titip pesan untuk dia yang tak tertepis.
Sayang, tetaplah tersenyum dengan manis.
Karena aku disini tetap mendoakan dalam ayat suci yang bergumam tipis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa Dan Karsa

Ego