Lepas
Malam ini sudah merendah.
Kusaksikan bayanganku pun berlari tanpa jiwa dan raga.
Usai, tentangku dengannya.
Dia lepas diambang batas antara lorong bangunan tua ditengah dingin malam.
Mungkin dia sudah ingin usai juga karena bosan akan aku ini.
Perlahan semuanya pergi, bersama angin kebebasan.
Perlahan raga dan jiwa pasti iri karenanya.
Perlahan aku dan isi otakku hidup tanpa mereka.
Perlahan semua terpisah pada tempat yang berbeda - beda.
Komentar
Posting Komentar