Kacauah

Pada zaman purbakala.
Ada sekelompok manusia yang dipimpin oleh seorang ketua yang bijaksana.
Kelompok itu punya tradisi makan bersama di akhir bulan.

Malam itu di dapur mereka.

Orang 1 : Apa itu?
Orang 2 : Apah apha?
Orang 1 : itu yang jalan diatas alat makan.
Orang 1 menunjuk alat makan yang sedang di lewati oleh serangga mungil seukuran 2 ibu jari orang dewasa.
Orang 2 : apha itu gelik gelikh, ketua!!!!
Orang 1 : Ketua Tolong kami.

Sementara serangga itu terbang menuju ke arah pintu masuk tempat masak.
Ketua : *memasuki pintu* *wajahnya menjadi tempat mendarat serangga itu.*
*ketua mencoba menyingkirkan* *serangga itu terjatuh di tangan orang 1*

Orang 1 : *menjerit dan terkejang karena kegelian* yah ketua tolong aku !!!
Orang 2 : *mencoba menyingkirkan*
Ketua : *mencoba menyingkirkan* Pergi enyah kau serangga perusak, membuat kacau saja.
Ketua : *mengambil segelas air dan memberi jampi jampi* lalu mencipratkan ke serangga itu.

Namun serangga itu berhasil terbang dan lolos namun naas, orang 1 sudah siaga dengan pentungan yang ia miliki.

Sssshhhuuuttt
Terkena serangga tersebut.
Dan terjatuh lah di dalam panci besar sup untuk makan bersama malam itu.
Karena orang 1 dan ketua sudah merasakan geli dari serangga tersebut dan juga sudah terlanjur marah besar mereka sangatlah dibuat terkejut.

Sontak mereka bertiga teriak.Orang 1, Orang 2 dan ketua : Aaaah Kacauah

Ketua : Dasar kau serangga perusak pembuat kacau makan malam.

Benar-benar Kacauah.
Dasar serangga menjijikan.

Sekian cerita asal muasal serangga Kacauah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa Dan Karsa

Ego