Kembali
Kembali ke beberapa tahun silam.
Aku mengaku mencintai dalam kukungan hubungan yang sangat rumit.
Cinta ada dikepala, rantai ada di raga, dan hatiku terpasung.
Menikmati dengan cara besok tidak akan bisa mencicipi kasih lagi.
Hal yang berat adalah aku lebih mencintai komitmen, setialah maka aku akan menjadi anjing untuk siapapun yang melukai kesetianku.
Kesombongan itu runtuh hanya dengan sebuah foto, sentuhan fisik adalah hal yang intim bagiku.
Dengan teman, sahabat apalagi dengannya dan lainnya.
Cinta yang kusematkan berubah menjadi nanah, seakan yang ku bangun adalah penyakit sia-sia.
Kini cinta berada di khayalanku, komitmen menguasai kepala dan kasih telah pergi lama dari hati.
Komentar
Posting Komentar